Monthly Archives: September 2015

Catatan Data Pribadi

Data pribadi sangatlah penting untuk mengetahui identitas seseorang. Data pribadi atau biodata diri sangat efektif untuk mengetahui secara terperinci dan terstruktur guna mengenal diri seseorang secara tertulis walaupun belum pernah bertatap muka secara langsung. Data pribadi setiap orang pastilah berbeda-beda, dengan adanya biodata diri inilah kita akan terbantu mengetahui identitas seseorang dari nama, agama, usia, nomer kontak, data orang tua/wali, dan lain sebagainya sesuai dengan apa yang ingin kita ketahui dari orang tersebut tanpa menyinggung perasaan atau membuat dirinya malu.

Contoh biodata diri dapat dilihat sebagai berikut      :

1

Penjelasan dari biodata di atas dapat kita uraikan sebagai berikut     :

  1. Nama : merupakan identitas utama yang wajib kita ketahui untuk menyapa maupun memanggil seseorang secara sopan.
  2. NIM : Nomor Induk Mahasiswa berguna untuk mengetahui daftar mahasiswa secara mudah dari pihak kampus.
  3. Tempat dan tanggal lahir : digunakan untuk mengetahui dimana dia di lahirkan dan mengetahui umur dari mahasiswa, yang berkenaaan dengan asal budayanya sebab asal budaya sangat mempengaruhi sikap dan tingkahlaku dari si mahasiswa sehingga kita tahu bagaimana mengatur anak didik masing-masing sesuai dengan sikap dan tingkahlakunya.
  4. Jenis kelamin : Digunakan untuk mengetahui tingkah laku dan kepribadian antara laki-laki dan perempuan, dimana sifat dari laki-laki lebih aktif dan perempuan lebih cenderung pendiam.
  5. Agama : berkenaan dengan sistem keperyaan yang di anut dari suatu individu sehingga kita bisa saling menghargai satu sama lain
  6. Alamat Asal : menyangkut tentang alamat asli dari mahasiswa yang bisa di gunakan untuk mengetahui seberapa berkembangnya budaya asal dari mahasiswa apakah masih terisolir atau tidaknya.
  7. Telepon rumah/hp : digunakan untuk menghubungi mahasiswa jika sewaktu-waktu ada info yang mendadak, dan bisa di gunakan untuk berkomunikasi sesama maupun untuk bertanya kepada dosen guna untuk bisa berkonsultasi secara tidak langsung.
  8. Sosmed (Facebook,tweeter,bbm,whatsapp,ig, dll) : digunakan sebagai sarana komunikasi sesama dan bisa juga untuk mengetahui suasana ataupun keadaan teman satu sama lain namun hal ini juga belum bisa sebagai patokan kita mengetahui keadaan yang sebenarnya.
  9. Hobi : sesuatu yang disenangi, yang sering dilakukan, jadi seorang konselor lebih mudah mengetahui bagaimana cara menggunakan terapi/teknik yang akan digunakan.
  10. Prestasi : pencapaian dari individu itu sendiri sehingga prestasi dapat di lihat oleh konselor dan di kembangkan agar lebih baik.
  11. Jumlah saudara/anak ke : digunakan untuk mengetahui sifat dan tingkah laku sehari-hari berdasarkan jumlah saudara dari individu dan urutan kelahiranya.
  12. Data orang tua/wali : yang terdiri dari nama, pendidikan dan pekerjaan. Biasanya orang tua memiliki pekerjaan yang layak akan lebih menuntut anaknya agar lebih baik dari orang tuanya atau mengikuti apa yang di inginkan orang tuanya. Contoh orang tua yang menjadi dokter makan anaknya harus bisa menjadi dokter. Jadi sebagai konselor kita harus mengarahkan dan mampu memahami keinginan dari individu itu sendiri agar tidak ada paksaan maupun tuntutan yang mengintimidasi mereka.

 

Kesimpulanya :

Biodata diri bagi konselor berfungi sebagai pemberi informasi tertulis secara terperinci dari suatu individu sehingga akan memudahan bagi konselor untuk dapat lebih memahami sifat dan tingkah laku dari individu masing-masing.

Semoga Bermanfaat..

Semangat Hidupku karena Cintamu

Wahai sang pujaan hati…

Ada rongga dalam hatiku tanpa cinta ini…

Darahku ini, akan tetap hangat

Karena engkaulah mentari pagi wahai sang pujaan hati…

Pohon berdaun hijau tak akan gugur

Air bejalan mengairi pepohonan agar tetap hidup kokoh

Cintamu membangkitkan semangatku agar tak pernah mundur

ketika air mata menetes, karena sebabku, itu membuktikan cintamu kokoh untukku..

Dua diantara pilihan hanya engkau yang ku sayang

Cintaku untukmu seperti pohon jati yang akan tetap hidup menjulang

Ketika awan ini menangis, bertanda akan segera hujan

tapi ketika air mataku terjatuh, itu karena aku takut kehilangan orang yang aku sayang

by: RDC

DATA PRIBADI

DATA PRIBADI MAHASISWA IIIA S1 BIMBINGAN DAN KONSELING

A. DATA PRIBADI
1. Nama : Desy Agustina

2. NIM : 141042440

3. Tempat Lahir : Kebumen Tanggal Lahir 27 Agustus 1995

4. Jenis Kelamin : Perempuan

5. Agama : Islam

6. Alamat Asal : Ds. Pasir Rt 04/02, Kec. Ayah Kab. Kebumen

7. Alamat di Yogyakarta : Jln. Flamboyan. Gg.Sakura No.2(DEPAN TK TUNAS HARAPAN) Krangasem, Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

8. Telepon Rumah / HP : 085740028373

9. WassApp : 085740028373

10. E-mail : agustinadesy27@gmail.com

11 Facebook : Dessy Agustin

12 Twitter :

13 Hobi : Olahraga

14 Prestasi yang pernah dicapai : Juara 1, 2, 3 Bola Volly Putri tingkat Kabupaten

15 Jumlah Saudara : 2 Anakke- 2

B. DATA ORANG TUA/WALI
1. Data Ayah
Nama Ayah : Karmin
I
Pendidikan Ayah : SMA

Pekerjaan Ayah : Wiraswasta
2. Data Ibu
Nama Ibu : Karsinem

Pendidikan Ibu : SD

Pekerjaan Ibu : Wiraswasta
3. Data Wali (kalau ada)
Nama Wali :

Pendidikan Wali :

Pekerjaan Wali :

TUGAS PERTAMA MATAKULIAH TI BK

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS KONSELOR

Disusun Oleh:
1. Sufi Hindun Juwita 14104244006
2. Arif Adamas 14104244007
3. Desy Agustina 14104244008
4. Lia Rofiatun 14104244009
5. Yanna Anggraini Pratiwi 14104244010
6. Rachma Desy Kusuma Wardhani 14104244021
7. Nur Fatimah Widya Nigrum 14104244022

PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2015

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS KONSELOR
1. TEKNOLOGI INFORMASI
Teknologi telah berkembang sangat pesat hingga sekarang. Teknologi diciptakan manusia karena dorongan akan hidup lebih baik, sehingga teknologi dapat membantu manusia dalam hal pekerjaan (Aingindra, 2014). Dengan kemajuan teknologi, masyarakat di Indonesia sering mengakses internet untuk berkomunikasi dan bergaul melalui media social. Saat ini, berbagai teknologi telah dikembangkan di berbagai hal salah satunya untuk menunjang keprofesionalitas konselor.

2. PROFESIONALITAS KONSELOR
Konselor professional adalah seseorang yang telah terbekali melalui ilmu psikologi dan konseling. Seorang konselor tidak dilahirkan bukan karena pendidikan dan latihan profesionalnya semata-mata. Menjadi konselor berkembang melalui proses yang panjang, dimulai belajar dari berbagai teori dan latihan serta belajar dari pengalaman praktik konselingnya (Nelson-Jones, 1997:9) di kutip oleh Mamat Supriyatna : 18. Karena mengkonseling klien dengan tingkat permasalahan yang sudah tinggi tidak mudah, memerlukan penguasaan skill yang memadai dan juga mempunyai jam terbang yang tinggi. Carl Rogers menyebutkan tiga kualitas utama yang diperlukan seorang konselor agar konselingnya efektif yaitu kongruensi, empati, dan perhatian positif tanpa syarat pada konseli. Seorang konselor dalam menjalankan tugasnya harus dalam keadaan sadar dan menampilkan kepribadianya yang sesuai dengan keprofesioanalitasnya. Konselor juga harus memeiliki pribadi yang intelegen, memeiliki kemampuan berpikir verbal dan kuantitatif, bernalar dan mampu memecahkan masalah secara logis dan persetif.
3. METODE PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BK
Menurut Triyanto (2006) dalam Frans Richard Kodong : 1, pemanfaatan TI dalam berbagai kesempatan layanan bimbingan dan konseling, pada umumnya menggunakan dua metode yaitu:
a. Online
Kata online diartikan adalah sebagai komputer atau perangkat yang terhubung ke jaringan (seperti Internet) dan siap untuk digunakan (atau digunakan oleh) komputer atau perangkat lain. Dengan kata lain, online juga mengandung arti hubungan telekomunikasi peer to peer yang membuat dua manusia terhubung. E-counseling adalah istilah yang lazim digunakan untuk menggambarkan proses konseling secara online. Layanan ini merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh konselor dalam mengurangi masalah yang dihadapi oleh klien. Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, hal Ini merupakan tantangan bagi konselor, sehingga konselor secara otomatis dituntut untuk berpartisipasi dan menguasainya, kondisi ini memungkin pelaksanaan konseling tidak hanya dilakukan tatap muka di ruang tertutup, tetapi dapat dilakukan melalui format jarak jauh.
Beberapa cara yang bisa digunakan antara lain adalah:
• Web Blog sebagai penyedia informasi bagi peserta didik tentang segala hal yang dibutuhkan dalam mengembangkan dirinya.
• Chatting, metode ini biasanya digunakan untuk konseling jarak jauh yang memerlukan penanganan segera namun terhalang jarak dan waktu.
• E-mail, surat elektronik sekarang menjadi trend karena media yang dianggap cepat dan terjaga privasinya untuk menyampaikan aspirasi maupun curahan hati kepada konselor.
• Short Message Service (SMS), adalah media yang paling digemari karena semakin terjangkaunya perangkat yang dibutuhkan guna tersampaikannya pesan yang dingin disampaikan dari siswa pada konselor maupun sebaliknya.
• Telephone, sama seperti chatting media ini juga sering digunakan sebagai media konseling secara langsung terutama dengan mulai adanya teknologi video call yang dapat menampilkan ekspresi wajah siswa dalam konseling.
Beberapa metode diatas dapat dijalankan jika tersedia perangkat berupa HP/ Telepone, PC (Personal Computer), laptop modem dan beberapa sarana pendukung yang lain seperti koneksi internet dan handphone.
b. Offline
Penggunaan teknologi dalam layanan bimbingan dan konseling dengan mode offline (tidak tersambung dengan ineternet maupun media komunikasi jarak jauh yang lain) lebih pada pemanfaatan komputer sebagai media pengolah data serta alat bantu dalam layanan bimbingan dan konseling misalnya dengan menggunakan beberapa program komputer seperti microsoft power point, video player dan beberapa media interkatif lain dalam melayani siswa. Selain itu, beberapa program pengolah data seperti microsoft excel dan microsoft access serta visual basic kini tersedia terutama dalam membantu konselor dalam menampilkan layanan yang prima terhadap peserta didik.

4. PEMBAHASAN
Teknologi informasi tentu saja dapat membantu dalam mengembangkan profesionalitas konselor. Dengan menggunakan teknologi informasi, konselor dapat memberikan layanan konseling dengan lebih mudah. Selain itu layanan yang diberikan lewat teknologi informasi dapat menghemat biaya dan memanfaatkan waktu. Teknologi informasi juga dapat membantu konselor dalam mencari data, studi eksplorasi, informasi dll. Konselor juga dapat mempublikasikan materi ajar, makalah, program aplikasi gratis, data, dll yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat luas pada situs web.
Dalam menunjang profesionalitas konselor, teknologi informasi berperan sebagai fasilitas untuk membantu tugas konselor. Dengan teknologi informasi konselor dapat menggunakan software atau aplikasi untuk menyampaikan materi ajarnya. Konselor dituntut untuk dapat menyajikan bahan layanan dengan mempergunakan imajinasinya agar tidak membosankan. Konselor juga dapat menambahkan gambar-gambar atau materi penunjang lainnya sehingga sasaran yang akan dicapai menadi lebih optimal.
Menurut Handarini (2006) dalam Agus Triyanto : 2, menyatakan bahwa teknologi dan internet dapat diterapkan dalam layanan bimbingan konseling, yaitu : 1) layanan appraisal, 2) layanan informasi, 3) layanan Konseling, 4) layanan konsultasi, 5) layanan perencanaan, penempatan dan tindak lanjut dan 6) layanan evaluasi.
1) Pada layanan appraisal yang merupakan kegiatan BK yang berupa pengumpulan, analisa, dan pengumpulan data personal, psikologis, sosial siswa; yang berguna untuk memahami siswa dan membantu siswa memahami dirinya sendiri. Teknologi yang dapat diterapkan pada teknik testing dan non testing menggunakan computer dan internet.
2) Layanan informasi yang merupakan kegiatan BK yngg bertujuan untuk memberikan informasi kepada siswa, dan mengembangkan keterampilan siswa bagaimana mencari informasi (personal-sosial, karier, pendidikan). Teknologi yang dapat diterakan yaitu self-initiated information searching dengan menggunakan internet.
3) Layanan konseling yang merupakan kegiatan layanan yang bertujuan untuk memfasilitasi self-understanding dan self-development, yang dilakukan dengan cara “dyadic relationship” atau small group relationship. Fokus kegiatan ini adalah personal development dan decision making. Teknologi yang dapat diterapkan adalah cybercounseling.
4) Layanan konsultasi yaitu layanan bantuan yang diberikan kepada guru, administrator sekolah, dan orang tua untuk memahami siswa atau anak. Teknologi yang dapat diterapkan yaitu cyber consultation.
5) Layanan perencanaan, penempatan dan tindak lanjut yaitu layanan BK yan bertujuan untuk membantu siswa memilih dan menggunakan kesempatan pendidikan dan pekerjaan yang ada. Teknologi yang dapat diterapkan yaitu computerized self information dan internet.
6) Layanan evaluasi merupakan kegiatan layanan BK yang bertujuan untuk mengevaluasi keefektifan program. Teknologi yang dapat diterapkan yaitu computerized-data collection, computerized assessment, dan internet.

5. DAFTAR PUSTAKA
Agus Triyanto. IMPLIKASI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMPUTER DAN INTERNET DALAM LAPANGAN KONSELING
Aingindra. 2014. Artikel perkembangan teknologi informasi. Diakses pada tanggal 13 September 2015 melalui www. Aingindra.com
Edris Zamroni. 2015. Pemanfaatan Tekonologi Informasi. Diakses pada tanggal 10 September 2015 melalui https://www.academia.edu/3650762/Pemanfaatan_Tekonologi_Informasi
Frans Richard Kodong. 2011. TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI BIDANG BIMBINGAN KONSELING, dalam Seminar Nasional Informatika 2011 (semnasIF 2011) ISSN: 1979-2328
Mamat Supriatna. 2013. Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi. Jakarta: PT RajaGrafindo Perasada.