Contoh Naskah Psikodrama “MENGATASI KE TIDAK PERCAYAAN DIRI ATAS KEADAAN FISIKNYA”

NASKAH PSIKODRAMA

“MENGATASI KE TIDAK PERCAYAAN DIRI ATAS KEADAAN FISIKNYA”

Konselor/ Guru BK     : Sutradara (fasilitas, prosedur dan pengamat/penganalisis)

Pemain 1                     : Tina (siswa) Tidak percaya diri karena keadaan fisiknya yang gendut

Pemain 2                     : Tono (siswa) Tidak percaya diri karena muka yang bertompel

Pemain 3                     : Dana (siswa) Salah satu siswa yang nakal, tidak mau menghargai temannya dan suka mengejek

Pemain 4                     : Tiara (siswa) Anak yang baik dan selalu perhatian kepada teman-temanya

Pemain 5                     : Guru wali kelas

Teman-teman lainnya sebagai pendukung

Pada suatu hari dijam sekolah, awal masuk kelas 2 SMA wali kelas yang sebelumnya telah memberika informasi kepada wali kelas 2 yang sekarang, bahwa Tina, Tono, Dana, dan Tiara memiliki sifat yang jelas terlihat berbeda sekali di bandingkan dengan siswa lainya. Seiring berjalanya waktu wali kelas tersadar dan melihat keadaan yang benar-benar memilukan terhadap Tina, Tono, dan Dana terutama keadaan Tina dan Tono. Mereka terlihat sekali tidak bisa menerima dirinya atau fisiknya yang mereka rasa kurang sempurna, dapat terlihat dari sifatnya yang pendiam. Namun sebenarnya mereka memiliki potensi yang positif jika mereka bisa mengatasi keadaan ini. Beda halnya dengan Dana yang selalu nakal di kelas dan tidak bisa menghargai orang lain. Dia selalu senang mengejek Tina dan Tono yang sangat mempengaruhi keadaan psikis Tina dan Tono. Namun ada sosok yang benar-benar peduli terhadap Tina dan Tono yang selalu memberikan semangat dan membangkitkan kepercayaan mereka Yaitu Tiara.

(Bel berbunyi, Guru memasuki kelas pelajaran pun dimulai) tempat duduk berbentuk U

Guru                : Assalamu’alaikum

Siswa               : Wa’alaikumsalam

Guru                : (memeprhatikan dan tersenyum kepada Tina dan Tono). Baiklah anak-anak marilah pelajaran kita mulai sesuai dengan pelajaran kita hari ini yaitu Bahasa Indonesia, namun sebelum itu ibu ingin para siswa untuk mengenalkan diri, ada pepatah bahwa tak kenal maka tak sayang oleh karena itu ibu minta agar para siswa mengenalkan dirinya masing-masing maju di depan kelas.

Siswa               : (Dengan semangatnya). Baik bu…

Guru                : (Melihat absensi siswa dan memanggil siswa sesuai urutannya). Dana, silahkan maju kedepan dan perkenalkan diri kamu.

Dana                : (Dengan percaya dirinya).

Guru                : Tina, silahkan maju kedepan

Tina                 : (Dengan rasa gugup dan rasa tidak percaya dirinya). Sa..sayaaa bernama Tina

Dana                : Ohhh tak kirain badak. Hahaa (tertawa terbahak-bahak dengan siswa lainnya)

Guru                : (menggelangkan kepala). Dana, tolong hargai temanmu yang di depan.

Dana                : (terdiam)

Tina                 : (malu dan menundukkan kepalanya)

Guru                : Silahkan Tina, kembali ketempat dudukmu. Untuk Dana ibu minta agar menjaga sikap dan menghargai temanmu. Selanjutnya ibu panggil untuk Tiara memperkenalkan diri.

Tiara                : (percaya diri dan tenang). Nama saya Tiara biasa di panggil Tia, terimakasih.

Guru                : Baik Tia, silahkan kembali ke tempat dudukmu. Selanjutnya lagi ibu panggil untuk Tono maju kedepan.

Tono                : (dengan wajah yang malu dan tidak percaya diri). Nama saya ono

Dana                : (langsung memotong ucapan Tono). Haha.., ono maksudnya ono tompele gede gitu ya..?

Siswa               : (langsung terbahak-tabahak) haha haha haha haha

Tono                : Maksud saya namaku itu Tono kawan-kawan. (malu dan berusaha menahannya)

Guru                : Dana.., sudah berapa kali ibu bilang agar kamu menghargai temanmu yang di depan. (berpikir dan merasa keadaan ini tidak boleh lama-lama berlarut-larut). Baiklah Tono, terima kasih perkenalannya, silahkan duduk kembali

Setelah guru memanggil semuanya, bebrapa lama kemudian bel istirahat berbunyi. Saat jam istirahat siswa-siswa pun keluar, tetapi tidak untuk Tina, Tono, dan Dana karena ibu guru memanggilnya sebentar agar mereka masuk ke ruangan BK. Disana Guru BK pun sudah siap karena sebelumnya sudah di berikan informasi oleh guru wali kelas untuk mengatasi masalah ini.

(Tina, Tono, dan Dana memasuki ruangan dan mengucapkan salam saat memasuki ruangan, Assalammualaikum)

Guru BK         : Waalaikumsalam

Dana                : Ibu, kami kesini datang karena disuruh wali kelas, sebenarnya ada apa yah bu..??

Tina dan Tono : (hanya terdiam)

Guru BK         : Silahkan duduk dulu. Ya, memang sengaja wali kelas memanggil kalian kesini, sebab sudah lama juga sebenarnya kalian di perhatikaan oleh guru-guru yang membimbing kalian selama jam pelajaran. Ibu hanya ingin kalian memperbaiki sikap yang masih kurang dan membuat kepercayaan diri yang kurang menjadi tumbuh berkembang.

Dana               : maksudnya ibu ???

Guru BK         : Iya Dana maksudnya ibu itu adalah bisa merubah sikapmu yang terlalu nakal, apalagi kamu seorang wanita, mana mungkin wanita sifat dan sikapnya seperti itu tidak perhatian, sering mengolok-olok teman, dan lain sebagainya.

Tina                 : Terus saya dan Tono salah apa bu..? sampai-sampai ibu memanggil saya dan Tono.

Guru BK         : Kamu dan Tono memang tidak salah apa-apa, tapi ibu ingin sikap kalian berdua yang pendiam dan malu-malu itu bisa dirubah tentunya juga untuk kebaikan kalian berdua, sekarang ibu ingin tau sebenarnya apa yang membuat kalian sampai seperti ini..??

Tina                 : Duhhh…(dengan wajah kebingungan) saya bingung bu harus menjelaskan bagaimana ke ibu, kalau saya boleh jujur bu.., sebenarnya saya tidak percaya diri dengan postur tubuh saya yang gendut ini saya selalu di ejek oleh teman-teman, saya pun menjadi minder dan tidak percaya diri.

Tono                : Benar bu kata Tina, selama ini saya juga merasakan hal yang sama bahwa saya sangat kurang percaya diri dan malu terhadap wajah saya ini karena adanya tompel yang membuat saya selalu diejek teman-teman. Saya terus merasa minder yang semakin hari terus meningkat dan saya sadar ini mempengaruhi dalam proses belajar saya.

Dana                : (tersenyum mendengar keluhan Tina dan Tono)

Guru BK         : Emmm.., jadi begitu, sebenarnya hal itu tidak begitu logis menurut ibu. Seharusnya dengan hal seperti ini jangan dijadikan pukulan di hati kalian sehingga kalian cenderung menutup diri dan menjadi pendiam. Akan lebih berguna lagi jika ketika kalian di ejek teman-teman kalian balaslah dengan senyuman dan berpikir bahwa semua makhluk ciptaan Allah adalah ciptaan yang paling sempurna, dengan kekuranagn dan kelebihan masing-masing di setiap makhluknya percayalah bahwa Allah meciptakan sedemikian rupa agar kalian bisa menjadi orang yang lebih mulia dan bisa mendapat teman banyak dengan cara kalian sendiri. Apalagi, ibu lihat prestasi kalian yang sangat bagus di kelas bisa menjadi acuan kalian untuk membuktikan diri kepada teman-teman. Jadi dekatilah dan berbaik hatilah kepada teman-temanmu.

Tina                 : Tapi bu.., saya takut jika saya mendekati saya mereka justru malah menghindar.

Tono                : Iya bu.., benar apa yang di katakana Tina.

Guru BK         : Jangan takut Tina..Tono.., kalian harus bisa mencobanya bagaimana kamu akan tahu bagaimana nantinya jika kamu tidak pernah mencobanya.

Tono                : Baik bu saya akan mecobanya

Guru BK         : Bagaimana denganmu Tina, apakah kamu juga akan mencobanya..?

Tina                 : Baik bu.., saya akan mencobanya

Guru BK         : Nahhh…(dengan sedikit tersenyum) begitu dong Tina…Tono.., kalian harus bisa mensupport dirimu sendiri.

Dana                : (menundukkan kepala dan merasa sangat bersalah) Maafkan saya Tina..Tono ternyata apa yang kamu pikul selama ini di hati kalian seperti itu, apa jadinya jika aku yang merasakan hal ini seperti kalian berdua, tentunya saya akan merasa malu dan tidak percaya diri tentunya.

Guru BK         : (mengangguk) Baguslah Dana.., kamu sudah menyadarinya apa kesalahanmu tanpa ibu menjelaskannya lebih lanjut ke kamu.

Tina                 : Iya Dana, tidak apa-apa.

Tono                : Tidak apa-apa Dana, memang kenyataannya kita seperti ini. Baiklah bu, kita akan mencoba saran-saran yang ibu berikan kepada kami dan kami berterima kasih atas saran-sarannya bu

Dana                : (terharu melihat Tina dan Tono sangat ikhlas memaafkan kesalahan dirinya)

Guru BK         : Baiklah kalo begitu, bagaimana perasaan Tina sekarang..??

Tina                 : emmmmm…, Alhamdulillah saya merasa sedikit lega karena bisa menyatakan rasa yang telah lama saya pendam dan menghantui saya lama ini.

Guru BK         : syukurlah, lalu bagaimana yang kamu rasakan sekarang Tono…?

Tono                : Yahhh hati saya merasa lebih lega bu, menjadi tumbuh rasa percaya diri dan memang saya tidak boleh berlarut-larut dalam minder saya selama ini.

Guru BK         : Terus bagaimana denganmu Dana…??

Dana                : Ya saya akui bu, bahwa saya benar-benar salah selama ini, saya merasa seperti orang yang tidak punya perasaan, selama ini juga saya tidak bisa menghargai orang lain.., apalagi dengan Tina dan Tono yang telah memaafkan kesalahanku dengan seikhlas itu.(merasa bersalah)

Guru BK         : Alhamdulilah, semoga kalian menjadi teman yang akrab, baik, saling membantu tentunya saling menghargai orang lain. Tina dan Tono agar tidak minder lagi kepada teman-teman ya, karena semua tergantung dari apa yang kalian pikirkan dan kalianlah yang bisa menyelesaikan dan juga kalianlah yang mengerti diri kalian sendiri.

Semoga Bermanfaat 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

65 − = 63