KENANGAN HATI YANG TERSIMPAN

KISAH NYATA !

Pada tahun 2012 Bulan Januari dibangku SMA ada anak laki-laki yang pendiam dan tidak terlalu aktif di sekolahnya Ia bernama Cahyadi sebut saja namanya Yadi, Ia dilahirkan tanggal 26 Januari 1996 dan anak perempuan tidak bisa diam selalu senang berkumpul dengan teman-teman kelasnya, aktif di sekolah Ia bernama Agustina sebut saja namanya Tina dan Ia dilahirkan tanggal 27 Agustus 1995. Mereka saat itu sama-sama kelas satu SMA dan belum saling mengenal karena berbeda kelas. Yadi bertempat tinggal di Desa Klirong, Kabupaten Kebumen. Ia merupakan sosok pendiam namun tidak terlalu bodoh dalam pelajaran karena dia suka membaca diwaktu-waktu kesendiriannya, berkulit agak putih, berpostur agak tinggi, bermata tajam, berambut pendek, dan selalu berpenampilan rapi serta tidak suka mengikuti organisasi seperti Pramuka, PMR, dan OSIS namun pada saat itu sekolah mewajibkan siswanya untuk memilih salah satu dari ekstrakulikuler Pramuka atau PMR dan Ia lebih memilih Pramuka. Tina waktu itu memilih untuk mengikuti OSIS dan kebetulan juga Ia sama mengambil ekstrakulikuler Pramuka. Tina bertempat tinggal di Desa Pasir, Kabupaten Kebumen tetapi Ia ngekost di daerah Klirong karena tempat tinggalnya jauh dari sekolah SMAnya. Ia merupakan sosok wanita yang cantik, berkulit putih dengan bibir lebar manisnya yang menggoda, bermuka tirus, berpostur tubuh sedang dan berambut panjang. Mereka mempunyai kepribadian yang sangatlah berbeda jika di bandingkan antara keduanya.

Awal sekolah di SMA merupakan awal yang sangat membahagiakan bagi Yadi dan Tina dan mungkin saja apa yang dirasakan keduanya sama seperti apa yang dirasakan teman-teman satu angkatannya. Semester satu di kelas satu SMA mengawali cerita keduanya masing-masing. Yadi menduduki kelas 1B dan Tina menduduki kelas 1E yang letak keduanya berjauhan. Pembelajaran di sekolahanpun mulai berjalan sebagaimana mestinya, esktrakulikuler juga sudah mulai berjalan setiap sore hari, khusus untuk ekskul wajib Pramuka dan PMR diadakan sore hari di Hari Jum’at jam satu setelah sholat jum’at. Yadi saat mengikuti ekskul wajib awalnya tidak suka sebab itu Ia datang terlambat awal berangkat Pramuka. Awal masuk pramuka Yadi kaget karena banyak kakak-kakak tingkat yang menunggu di depan gerbang yang telah tertutup dan ternyata kakak-kakak tingkat itu merupakan pengurus ekskul Pramuka atau sering disebut Kakak Dewan Pramuka. Hari itu Yadi akhirnya mendapatkan pelajaran dari keterlambatannya karena Ia di hukum oleh dewan untuk push-up, dibentak-bentak, dan disuruh berdiri didepan SMA sambil diberikan pengarah oleh Kakak Dewan untuk tidak mengulangi keterlambatannya tentunya tidak hanya Yadi saja yang terlambat teman-temannya pun banyak yang terlambat. Berbeda sekali dengan Tina, Ia tidak datang terlambat karena Ia berangkat lebih awal bersama teman-teman kostnya sehingga Ia dapat mengikuti upacara pembukaan karena jujur saja, Tina merupakan anak yang cepat sekali bisa bergaul dengan teman-teman barunya tak seperti Yadi. Sore haripun berjalan cepat dan tak terasa sudah 3 x pertemuan di Pramuka, Yadi juga sudah tidak pernah datang terlambat karena takut dengan Dewan Pramukanya dengan berjalannya waktu Yadi menjadi mencintai kegiatan ekskul ini kepribadiannyapun mulai terbentuk dengan tidak suka menyandiri, tegas, mandiri, selalu menepati janji dan mematuhi aturan-aturan yang berlaku begitupun sama seperti Tina dan teman-teman ekskul yang lain.

Tina waktu itu sudah mengenal Dewan Pramukanya dengan baik karena Ia mudah bergaul dan tanpa disengaja Ia juga kenal beberapa orang dari Dewan Senior setelah beberapa kali pertemuan ekskul wajib ini. Tidak disangka-sangka teman dekat Tina yang bernama Anis memberitahukannya bahwa ada salah satu dari Dewan Senior sebut saja namanya Kak JR yang ingin meminta bantuan dari Tina agar mau memacomblangi Dia dengan temannya yang bernama Kak Saras. Kak Saras merupakan teman kost dari Tina, dan merupakan kakak tingkatnya. Tanpa pikir panjang Tina mau menerima keinginan dari Kak JR untuk memacomblangi dengan teman kostnya. Tina dengan berbagai caranya selalu berusaha untuk mendekatkan Kak Saras dengan Kak JR namun tak disangka-sangka usaha Tina tak berhasil dan ternyata Kak Saras tak mau menerima rasa cinta dari Kak JR. Kak JR awalnya merasakan kekecewaan atas penolakan cintanya itu, tapi tidak disangka-sangka dengan keintensifan komunikasi bersama Tina akhirnya Kak JR jatuh cinta dengannya. Pada suatu hari Tina menerima telfon masuk dari Kak JR dan ternyata Kak JR mengungkapkan perasaanya kepada Tina bahwa Ia mencintai Dirinya sebab Ia merasakan kenyamanan hati ketika bersama Tina, waktu itu pun Tina merasa kebingungan untuk menerimanya atau tidak karena Ia sebelumnya pernah disakiti oleh kekasihnya yang lebih Tua darinya. Tina gemetar dan kebingungan menjawab pernyataan cinta dari Kak JR tadi setelah beberapa detik terdiam akhirnya Tina menjawab pernyataan itu dan Ia menerima pernyataan cinta dari Kak JR tadi. Dalam Pikirannya, Ia hanya tidak ingin mengecewakan hati dan perasaan Kak JR setelah ditolak cintanya oleh Kak Saras.

Beberapa waktu telah berlalu untuk menjalin hubungan cinta kasih Tina bersama Kak JR. Tina merasa gelisah dan tidak nyaman dengan perasaannya, karena penerimaan cintanya itu hanyalah rasa sesaat saja sebab Tina tidak benar-benar mencintai Kak JR. Ia merasa lebih tidak nyaman lagi dengan berbagai perlakuan dari Kak JR yang ternyata sangat over protective dan kasar kepadanya. Tina di sekolahan menjadi tidak fokus selalu merasa gelisah dan sedih atas perlakuan Kak JR yang kasar setiap hari terhadap Tina. Ujian akhir semester dua akhirnya akan segera tiba kurang lebih tinggal dua minggu lagi. Tina berfikir dalam-dalam atas segala perlakuan Kak JR kepadanya hingga tetes demi tetes air matanya mengalir karena kesedihannya itu. Ia akhirnya memutuskan pilihan untuk lebih baik menyudahi hubungan ini bersama Kak JR. Seminggu sebelum ujian akhir, Tina menelfon Kak JR dengan bibir gemetar tina angkat bicara bahwa dirinya ingin putus dengan Kak JR. Kak JR tentunya merasa kaget dan tidak terima atas keputusan Tina, dengan emosinya Kak JR ngotot untuk tidak mau putus, namun Tina tidak mau terima alasan atau penjelasan apa pun darinya dan telfonpun dimatikan. Hp Tina tak lama kemudian berdering bertanda ada sms yang masuk, Kak JR menulis pesan bahwa,”Aku tidak ingin putus darimu, aku sayang, aku cinta kamu. Aku ingin kamu jangan seperti ini, jika kamu bersikeras putus bagiku tak ada masa depan untukku.” Tina tak memperdulikan hal itu karena Tina sadar bahwa sudah dua bulan hubungan Tina bersama Kak JR, namun Tina selalu merasa sangat terkekang dan terus-terusan merasa sakit hati atas segala perlakuan JR kepadanya.

Malam hari Air mata di mata Tina tidak terbedung, entah itu air mata kesenangan kelegaan hati karena bisa lepas darinya atau karena dia merasa kehilangan, di saat itulah Tina banyak curhat ke teman-teman kostnya bahkan sampai curhat ke ibu kost karena ibu kost Tina sangatlah dekat dengan Tina. Ibu kost memberikan nasihat kepada Tina dan mehibur serta menenangkan hatinya untuk mengikhlaskan apa yang terjadi sebab masa muda adalah masa yang wajar untuk jatuh cinta dan terluka karena sebuah kata cinta. Satu hari setelah pengungkapan perasaan Tina, pagi harinya Kak JR datang dan mengetuk kostnya untuk dapat bertemu dengan Tina, namun ternyata yang keluar adalah ibu kost. Ibu kost sebelum keluar, sudah di kasih pesan oleh Tina untuk jangan mengatakan bahwa Tina ada di dalam kost dan untuk menegaskan kepadanya agar Kak JR tidak lagi menemuinya dan mengganggu kehidupannya. Dengan perasaan kecewa dan gelisah Kak JR akhirnya pergi tapi malam harinya diam-diam Dia menunggu Tina di warung nasi goreng depan kost sambil bilang lewat sms yang berisi, “ Aku ingin bertemu denganmu, untuk berbicara berdua, aku masih sayang kamu maafkan aku sayang, ayo keluar dari kostmu, aku ada di depan kost” sms pertama dari Kak JR dibalas oleh Tina dengan rasa sedih, “Aku mohon jangan ganggu aku, kekasaranmu telah mematikan rasaku kekamu.” Kak JR frustasi dan sudah bingung dengan perasaannya ini dan akhirnya dia lebih memilih diam.

Hari Ujian semester dua pun telah tiba, Yadi dan Tina tentunya sudah mempersiapkan untuk ujian ini. Yadi dengan semangatnya yakin bahwa dirinya bisa naik kelas dan bisa masuk jurusan yang diinginkannya yaitu jurusan IPA begitupun halnya Tina dia juga bisa masuk jurusan IPA serta memperoleh nilai yang baik dengan belajar sungguh-sungguh dan melupakan apa yang telah membuatnya sedih. Setelah ujian akhir selesai satu minggu sebelum pengambilan rapor kegiatan pramukanya masih berjalan dan dewan memutuskan untuk melantik dewan-dewan baru yang berkompeten setelah sebelumnya sudah dilatih. Nama Yadi ternyata terpilih menjadi dewan pramuka dan Tina pun terpilih sebagai anggota dewan pramuka. Saat pemilihan ketua pramuka Yadi di berikan saran oleh teman-temannya agar dia juga mencalonkan sebagai ketua pramuka, namun dari hati Yadi masih bimbang oleh karena itu Yadi meminta waktu satu hari untuk bertanya kepada ayahnya, ayahnya pun berkata,” Ikutilah organisasi apapun yang membuatmu menjadi lebih baik dan lebih menambah wawasanmu nak.” Yadi tak pikir lama lagi langsung menemui anggota dewan agar namanya ditulis sebagai kandidat ketua pramuka. Malam minggu setelah pengambilan rapor persami pramuka diadakan yang acaranya untuk memantapkan anggota dewan dan memilih ketua baru. Yadi sebenarnya merasa grogi dan gugup saat-saat pemilihan ketua pramuka karena dia harus menjelaskan visi dan misinya sebagai calon ketua pramuka di tingkat SMA ini, dengan pdnya dia lantang mengatakan visi dan misinya. Setelah beberapa tahap penyeleksian akhirnya tiba waktunya pengumuman ketua pramuka yang baru. Yadi semakin gugup ketika hasil pengumuman di bacakan dengan tangan yang mulai dingin dan bibir yang gemetarnya, dan ternyata Yadi terpilih sebagai ketua pramuka yang baru. Dewanpun memperkenalkan nama ketua pramuka yang baru yaitu bernama Cahyadi, Tina tau bahwa nama ketua pramuka barunya adalah Cahyadi, namun dia belum pernah tau wajahnya Yadi.

Yadi dan Tina ternyata sama-sama masuk jurusan IPS namun keduanya belum saling tau bahkan bertatap muka pun belum pernah. Setelah dua Minggu libur sekolah, satu hari sebelum awal masuk Yadi mengumpulkan anggota-anggota dewannya untuk mengadakan rapat dan planning pelaksaan pramuka untuk generasi selanjutnya. Yadi sebenarnya gugup, namun Yadi berusaha mengalahkan rasa gugupnya itu karena dia merupakan sosok seorang ketua yang harus tegas dan berwibawa di hadapan anggota-anggotanya. Rapat pun dimulai yang berisi pembahasan tentang kegiatan dan pembagian seksi-seksi anggotanya. Setelah rapat selesai Yadi memita kepada anggotanya untuk melakukan absensi agar Yadi tau siapa saja yang tidak berangkat rapat, dan ada empat orang yang tidak terlihat di antaranya Roni, Ajiz, Azizah, dan ternyata Tina pun tidak berangkat. Tina tidak berangkat karena ia merasa bosan mengikuti pramuka sebab hal itu hanya akan mengingatkan dirinya kepada Kak JR. Yadi tentunya tidak hanya tinggal diam atas apa yang di lakukan oleh anggota-anggotanya yang membolos rapat maupun membolos saat kegiatan pramukan sudah berjalan nanti, Yadi meminta agar siapa saja yang sekelas dengan anggotanya yang tidak berangkat agar membujuk mereka untuk hadir dan memenuhi tanggung jawabnya sebagai dewan baru.

Satu minggu setelah libur sekolah membagikan angket ekskul wajib dan ekskul-ekskul yang lainnya juga. Setelah pengisisan angket itu kegiatan pramuka akhirnya mulai berjalan bersamaan dengan kegiatan ekskul PMR. Kegiatan latihan hari pertama bisa berjalan dengan lancer tanpa gangguan dan hambatan apapun, sebelum pulang tentunya dewan mengabsensi adik-adik pramuka, setelah mengabsen tibalah waktunya untuk Yadi mengabsen anggota dewan-dewannya setalah adik-adik pramukanya pulang dan ternyata yang tidak kelihatan hanyalah Tina. Dua sampai tiga kali pertemuan Tinapun tidak pernah kelihatan sampai pada saat itu tibalah waktunya kegiatan hiking ke daerah pegunungan, dan diadakanlah rapat dewan pramuka. Yadi tentunya telah memikirkan anggota dewan yang satu ini, ia akhirnya mencari anggota dewannya yang kenal dengan Tina agar memberikan nomer hp Tina kepadanya. Yadi dengan sigap dan tegasnya meminta agar Tina mau menghadiri rapat pada esok hari setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Tina heran bagaimana ketua pramukanya tau nomernya itu. Tentunya dengan rasa berat hati Tina mau datang di rapat kegiatan hiking itu. Rapat dimulai dan Tina duduk di bagian depan bersama teman dekatnya yang bernama Purwa. Tina memang sengaja ingin duduk di depan untuk mengetahui sosok sebenarnya dari Cahyadi dan saat rapat di pimpin oleh Yadi, dalam hati Tina merasakan hal yang sedikit berbeda dengan aura dari Yadi ini, karena di pandangan Tina sebelumnya Yadi merupakan orang yang biasa-biasa saja seperti layaknya teman-teman cowo lainnya, namun kenyataan berkata lain. Yadi merupakan sosok yang begitu menarik perhatian Tina karena ketampanannya, aura sosoknya, cara memimpinnya, dan penampilannya yang serba rapih serta tertata dengan baik.

cerita belum selesai…. 😀

Leave a Reply to QuentinEroth Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + 3 =