Perasaan saat UTS TIBK, 23 Nopember 2015

Ujian Dikerjain Dosen??

Namaku Desy, saya mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, prodi Bimbingan dan Konseling Semester 3, Kelas A, yang di ampu oleh Bapak Agus Triyanto, M.Pd. Nah tepat tanggal 23 Nopember pukul 07.30 ada perjanjian akan diadakanlah sebuah ujian tengah semester, matakuliah Teknik Bimbingan dan Konseling. Ujian tengah semester ini tentunya bertujuan untuk mengukur kapabilitas para mahasiswa seputar materi yang telah diajarkan selama tengah semester ini. Minggu lalu memang sebelumya sudah ada perjanjian untuk ujian namun alhamdulilahnya dosen tidak masuk kelas karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, perasaanku dan teman-temanku pada saat itu sangat bersyukur dan senang sekali. Namun seminggu itu pun berlalu, Hari senin itu dosen masuk dan suasasa kelas terdiam dan merasa gelisah melihat dosen membawa kertas yang akan di ujikan hari ini juga. Komputerpun siap dinyalakan karena kita menggunakan Microsoft Excel, seperti biasanya pelajaran sebelum dimulai kami berdoa terlebih dahulu setelah itu dosen membagikan kertas dan memberikan arahan yang harus dikerjakan, kita hanya di beri waktu selama 1 jam. Mahasiswa siap mengerjakannya dengan suasana kelas yang sunyi, mahasiswa pun mengerjakan dengan serius, namun ada rasa panik dan gelisah karena kita hanya di beri waktu 1 jam itu.

Setengah jam pun berlalu saya sudah mengerjakan setengahnya, huuuu…. saya merasakan panik saat itu, takut karena saya berpikir kerjaan saya pasti tidak selesai padahal pada saat itu juga pekerjaan harus dikirim ke-email dosen, hanya pasrah dengan melanjutkan mengerjakan. Memang si ujiannya tidak sulit, hanya saja membutuhkan ketrampilan dan harus cepat saja mengerjakanya. Hemm… waktu ujian pun selesai, dosen menyuruh semua mahasiswa mengangkat tangan dan tidak ada lagi yang memegang mouse. Wahh.. perasaan saya sangat takut sekali saat itu, nilai mau dapat berapa nih dengan pekerjaanku yang seperti ini. Dosen berkata ”sudah selesai?” semua mahasiswa menjawab ”belum”. Dosen dengan wajah tersenyum dan mengambil gambar mahasiswa yang wajahnya tegang semua. Haha.. berasa ingin tertawa bila mengingatnya. Dosen menyampaikan “saya senang dengan kalian semua mengerjakan dengan serius” mahasiswapun bertanya “ maksudnya bapak” dosen menjawab “saya hanya ingin mengetes kalian saja bagaimana mengerjakannya, namun saya senang dengan keseriusan kalian mengerjakannya, bapak harap semua pekerjaan anda mulai dari sekarang anda berlatih untuk mengerjakan seperti ini dengan serius” wah wah wah wah….. mahasiswa tertawa, perasaanku saat itu hah entahlah seneng iya, sedih iya, ketawa iya, greget iya, sebel iya, huuuuuuuuuuu leganya. Hehe

Pekerjaan ini dilanjutkan dirumah dan dikumpulkan besok pagi. Pesan buat bapak nih, Terimakasih banyak untuk hari ini, bapak sudah sangat berhasil ngerjain kita. Tapi terimakasih banyak juga karena dengan ujian ini saya tahu memang menjadi mahasiswa harus siap tanggap dengan pekerjaan-pekerjaannya. Karena bagaimanapun kita harus siap dan harus belajar sebelum ujian, agar tidak ada rasa gelisah saat menghadapi ujian. TERIMAKASIH BAPAK. Semoga ini menjadi cerita dan pengalaman kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

49 + = 57