Category Archives: MATAKULIAH TI BK

Teknologi informasi dalam BK (E-BOOK)

Anda gemar membaca buku ?

Saya yakin bila kalian gembar membaca buku, anda pasti memiliki wawasan yang sangat luas. Nah, biasanya nih untuk memambah wawasan itu kita perlu membeli buku di toko buku atau secara online. Di zaman sekarang ini Teknologi sangatlah sudah maju. Sangat mudah sekali untuk mecari informasi apa saja yang anda inginkan dengan cara mudah. Apalagi untuk mahasiswa atau mahasiswi yang sangat butuh informasi lebih cepat dan menemukan referensi lebih banyak. Tidak perlu membeli buku yang mungkin harganya mahal meskipun buku itu sangat penting.

Nah zaman sekarang juga jarang sekali yang tidak memegang gadget setiap orang, bila digunakan dengan benar sangat bermanfaat sekali buat kita dan bisa digunakan untuk menambah wawasan kita. Bisa digunakan untuk belajar ataupun mencari informasi – informasi yang penting yaitu di Internet. Nah, kita bisa membaca dengan melihat e-book.

Apakah itu e-book? e-book adalah singkatan dari Electronic Book atau buku elektronik. E-book tidak lain adalah sebuah bentuk buku yang dapat dibuka secara elektronis melalui komputer. E-book ini berupa file dengan format bermacam-macam, ada yang berupa pdf (portable document format) yang dapat dibuka dengan program Acrobat Reader atau sejenisnya. Ada juga yang dengan bentuk format htm, yang dapat dibuka dengan browsing atau internet eksplorer secara offline. Ada juga yang berbentuk format exe.

Ingin tahu cara mendownload e-book di internet ? Inilah caranya : Bukalah search engine anda (Google) selanjutnya klik dan ketik gen.lib.rus.ec selanjutnya ketik judul buku yang anda inginkan lalu apabila sudah keluar download lah buku yang anda inginkan dan klik cover buku itu dan akan tersimpan secara otomatis.

Sangat mudah bukan cara untuk mecari ilmu dengan mudah dan murah, hanya dengan membuka internet dan kita meliahat di e-book kita bisa membaca sesuka kita dan kita bisa mendapatkan wawasan yang lebih luas dan lebih mudah. Semoga bermanfaat.

Kelebihan dari e-book sendiri adalah didapatkanya sangat mudah, tidak memerlukan waktu yang lama, dan hemat biaya. Kekuranganya mungkin ketika kita ingin mencari buku yang kita ingginkan tidak ditemukan. Jadi, untuk menambah ilmu atau wawasan tak perlu mahal dan kita bisa mencari dengan mudah tanpa biaya yang mahal dan memerlukan waktu yang lama.

Teknologi Informasi dalam BK

Istimewa Konselor atau Guru BK

Banyak sekali orang-orang beranggapan bahwa menjadi Guru BK itu sangatlah mudah. Guru BK sangat terkenal sekali dimana guru yang pekerjaanya sangat santai, cuman menegur siswa yang salah dan pekerjaan yang paling mudah dari guru-guru lainya. Upsss…. !!!! jangan salah paham ataupun salah persepsi yah… karena setelah saya belajar di Jurusan Psikologi Pendidkan dan Bimbingan ini, saya mulai memahami dan bisa membayangkan bagaimana menjadi seorang Konselor atau Guru BK di sekolah, sangatlah sibuk dan penuh dengan pekerjaan..

Peran guru bimbingan konseling (BK) yang ada di setiap sekolah, harus dioptimalkan dalam mendampingi peserta didik. Pasalnya dengan adanya pendampingan dari Guru Bk, diharapkan peserta didik tidak salah dalam melangkah. Mereka bisa memberikan pendampingan terhadap apa yang menjadi kebutuhan dari siswa, terutama terkait pengembangan potensi diri. Dari sini, seorang guru BK bisa mengorek dan mencari informasi tentang permasalahan yang dihadapi peserta didik.  Selanjutnya memberikan solusi agar peserta didik tidak terbebani dengan permasalahan yang dihadapi.

Agar lebih memahami apa itu Bimbingan dan Konseling , mari kita bahas terlebih dahulu, apa itu bimbingan ? Bimbingan itu adalah suatu proses untuk membantu konseli tanpa adanya paksaan dan individu dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal dan juga untuk melatih kemandirikan. apa itu konselinga ? Konseling adalah pemberian nasihat kepada individu yang dilakukan secara bertatap muka, untuk memecahkan masalah kehidupanya pada individu. Jadi dapat di simpulakan bahwa bimbingan dan konseling adalah suatu bantuan yang diberikan oleh konselor kepada konseling agar konseli mampu meneyelesaikan masalah yang dihadapinya dan konseli mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Nah.. jadi menjadi seorang Guru BK salah satunya tugas di sekolah agar aktif dan tidak santai adalah membuat leaflet dari suatu permasalahan yang di alami oleh siswa di sekolah. Pastikan bahwa konselor sendiri tahu berbagai masalah yang terjadi di sekolah itu sendiri. Itu akan membantu konselor untuk membuat leaflet yang menjadi “hot solving” di sekolah. Leaflet yang sesuai dengan permasalahan disekolah akan lebih menarik siswa untuk mengetahui cara menyelesaikan masalah di sekolahnya.

Selanjutnya, carilah sumber yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut, bisa menggunakan panduan buku, internet, dan masih banyak lagi. Dan diusakahan agar jadinya menjadi problem solving yang akan menarik untuk di baca oleh siapapun. Cetaklah dengan berbentuk leaflet. Bisa menggunakan corel draw ataupun bisa menggunakan microsoft office word.

Ini adalah langkah-langkah pembuatan leaflet

  1. Bukalah program microsoft office word
  2. Aturlah margin menjadi top=0, bottom=0, left=0, right=0
  3. Aturlah kertas dengan ukuran A4
  4. Buatlah menjadi landscape
  5. Buatlah menjadi 3 kolom agar nantinya dapat di lipat menjadi tiga bagian
  6. Untuk bagian satu sampai 5, isikanlah dari sumber-sumber yang telah dicari
  7. Berikan beberapa gambar agar lebih menarik dan tidak membosankan
  8. Satu halaman pada bagian akhir berikan beberapa contact person konselor agar mudah menghubungi konselor jika ingin berlanjut ke proses konseling
  9. Pada bagian terakhir, isikanlah judulnya dengan disertai gambar yang menarik

 

Semoga bermanfaat, dan dapat menjadi acuan siswa untuk bahan bacaan di Ruang Bk khususnya. Agar siswa juga menjadi tertarik, senang, nyaman di ruang Guru Bk, dan menjadikan wawasan yang lebih luas untuk siswa-siswa. So.. menjadi Guru BK sibuk namun meneyenangkan.

DATA PRIBADI

DATA PRIBADI MAHASISWA IIIA S1 BIMBINGAN DAN KONSELING

A. DATA PRIBADI
1. Nama : Desy Agustina

2. NIM : 141042440

3. Tempat Lahir : Kebumen Tanggal Lahir 27 Agustus 1995

4. Jenis Kelamin : Perempuan

5. Agama : Islam

6. Alamat Asal : Ds. Pasir Rt 04/02, Kec. Ayah Kab. Kebumen

7. Alamat di Yogyakarta : Jln. Flamboyan. Gg.Sakura No.2(DEPAN TK TUNAS HARAPAN) Krangasem, Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

8. Telepon Rumah / HP : 085740028373

9. WassApp : 085740028373

10. E-mail : agustinadesy27@gmail.com

11 Facebook : Dessy Agustin

12 Twitter :

13 Hobi : Olahraga

14 Prestasi yang pernah dicapai : Juara 1, 2, 3 Bola Volly Putri tingkat Kabupaten

15 Jumlah Saudara : 2 Anakke- 2

B. DATA ORANG TUA/WALI
1. Data Ayah
Nama Ayah : Karmin
I
Pendidikan Ayah : SMA

Pekerjaan Ayah : Wiraswasta
2. Data Ibu
Nama Ibu : Karsinem

Pendidikan Ibu : SD

Pekerjaan Ibu : Wiraswasta
3. Data Wali (kalau ada)
Nama Wali :

Pendidikan Wali :

Pekerjaan Wali :

TUGAS PERTAMA MATAKULIAH TI BK

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS KONSELOR

Disusun Oleh:
1. Sufi Hindun Juwita 14104244006
2. Arif Adamas 14104244007
3. Desy Agustina 14104244008
4. Lia Rofiatun 14104244009
5. Yanna Anggraini Pratiwi 14104244010
6. Rachma Desy Kusuma Wardhani 14104244021
7. Nur Fatimah Widya Nigrum 14104244022

PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2015

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS KONSELOR
1. TEKNOLOGI INFORMASI
Teknologi telah berkembang sangat pesat hingga sekarang. Teknologi diciptakan manusia karena dorongan akan hidup lebih baik, sehingga teknologi dapat membantu manusia dalam hal pekerjaan (Aingindra, 2014). Dengan kemajuan teknologi, masyarakat di Indonesia sering mengakses internet untuk berkomunikasi dan bergaul melalui media social. Saat ini, berbagai teknologi telah dikembangkan di berbagai hal salah satunya untuk menunjang keprofesionalitas konselor.

2. PROFESIONALITAS KONSELOR
Konselor professional adalah seseorang yang telah terbekali melalui ilmu psikologi dan konseling. Seorang konselor tidak dilahirkan bukan karena pendidikan dan latihan profesionalnya semata-mata. Menjadi konselor berkembang melalui proses yang panjang, dimulai belajar dari berbagai teori dan latihan serta belajar dari pengalaman praktik konselingnya (Nelson-Jones, 1997:9) di kutip oleh Mamat Supriyatna : 18. Karena mengkonseling klien dengan tingkat permasalahan yang sudah tinggi tidak mudah, memerlukan penguasaan skill yang memadai dan juga mempunyai jam terbang yang tinggi. Carl Rogers menyebutkan tiga kualitas utama yang diperlukan seorang konselor agar konselingnya efektif yaitu kongruensi, empati, dan perhatian positif tanpa syarat pada konseli. Seorang konselor dalam menjalankan tugasnya harus dalam keadaan sadar dan menampilkan kepribadianya yang sesuai dengan keprofesioanalitasnya. Konselor juga harus memeiliki pribadi yang intelegen, memeiliki kemampuan berpikir verbal dan kuantitatif, bernalar dan mampu memecahkan masalah secara logis dan persetif.
3. METODE PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BK
Menurut Triyanto (2006) dalam Frans Richard Kodong : 1, pemanfaatan TI dalam berbagai kesempatan layanan bimbingan dan konseling, pada umumnya menggunakan dua metode yaitu:
a. Online
Kata online diartikan adalah sebagai komputer atau perangkat yang terhubung ke jaringan (seperti Internet) dan siap untuk digunakan (atau digunakan oleh) komputer atau perangkat lain. Dengan kata lain, online juga mengandung arti hubungan telekomunikasi peer to peer yang membuat dua manusia terhubung. E-counseling adalah istilah yang lazim digunakan untuk menggambarkan proses konseling secara online. Layanan ini merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh konselor dalam mengurangi masalah yang dihadapi oleh klien. Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, hal Ini merupakan tantangan bagi konselor, sehingga konselor secara otomatis dituntut untuk berpartisipasi dan menguasainya, kondisi ini memungkin pelaksanaan konseling tidak hanya dilakukan tatap muka di ruang tertutup, tetapi dapat dilakukan melalui format jarak jauh.
Beberapa cara yang bisa digunakan antara lain adalah:
• Web Blog sebagai penyedia informasi bagi peserta didik tentang segala hal yang dibutuhkan dalam mengembangkan dirinya.
• Chatting, metode ini biasanya digunakan untuk konseling jarak jauh yang memerlukan penanganan segera namun terhalang jarak dan waktu.
• E-mail, surat elektronik sekarang menjadi trend karena media yang dianggap cepat dan terjaga privasinya untuk menyampaikan aspirasi maupun curahan hati kepada konselor.
• Short Message Service (SMS), adalah media yang paling digemari karena semakin terjangkaunya perangkat yang dibutuhkan guna tersampaikannya pesan yang dingin disampaikan dari siswa pada konselor maupun sebaliknya.
• Telephone, sama seperti chatting media ini juga sering digunakan sebagai media konseling secara langsung terutama dengan mulai adanya teknologi video call yang dapat menampilkan ekspresi wajah siswa dalam konseling.
Beberapa metode diatas dapat dijalankan jika tersedia perangkat berupa HP/ Telepone, PC (Personal Computer), laptop modem dan beberapa sarana pendukung yang lain seperti koneksi internet dan handphone.
b. Offline
Penggunaan teknologi dalam layanan bimbingan dan konseling dengan mode offline (tidak tersambung dengan ineternet maupun media komunikasi jarak jauh yang lain) lebih pada pemanfaatan komputer sebagai media pengolah data serta alat bantu dalam layanan bimbingan dan konseling misalnya dengan menggunakan beberapa program komputer seperti microsoft power point, video player dan beberapa media interkatif lain dalam melayani siswa. Selain itu, beberapa program pengolah data seperti microsoft excel dan microsoft access serta visual basic kini tersedia terutama dalam membantu konselor dalam menampilkan layanan yang prima terhadap peserta didik.

4. PEMBAHASAN
Teknologi informasi tentu saja dapat membantu dalam mengembangkan profesionalitas konselor. Dengan menggunakan teknologi informasi, konselor dapat memberikan layanan konseling dengan lebih mudah. Selain itu layanan yang diberikan lewat teknologi informasi dapat menghemat biaya dan memanfaatkan waktu. Teknologi informasi juga dapat membantu konselor dalam mencari data, studi eksplorasi, informasi dll. Konselor juga dapat mempublikasikan materi ajar, makalah, program aplikasi gratis, data, dll yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat luas pada situs web.
Dalam menunjang profesionalitas konselor, teknologi informasi berperan sebagai fasilitas untuk membantu tugas konselor. Dengan teknologi informasi konselor dapat menggunakan software atau aplikasi untuk menyampaikan materi ajarnya. Konselor dituntut untuk dapat menyajikan bahan layanan dengan mempergunakan imajinasinya agar tidak membosankan. Konselor juga dapat menambahkan gambar-gambar atau materi penunjang lainnya sehingga sasaran yang akan dicapai menadi lebih optimal.
Menurut Handarini (2006) dalam Agus Triyanto : 2, menyatakan bahwa teknologi dan internet dapat diterapkan dalam layanan bimbingan konseling, yaitu : 1) layanan appraisal, 2) layanan informasi, 3) layanan Konseling, 4) layanan konsultasi, 5) layanan perencanaan, penempatan dan tindak lanjut dan 6) layanan evaluasi.
1) Pada layanan appraisal yang merupakan kegiatan BK yang berupa pengumpulan, analisa, dan pengumpulan data personal, psikologis, sosial siswa; yang berguna untuk memahami siswa dan membantu siswa memahami dirinya sendiri. Teknologi yang dapat diterapkan pada teknik testing dan non testing menggunakan computer dan internet.
2) Layanan informasi yang merupakan kegiatan BK yngg bertujuan untuk memberikan informasi kepada siswa, dan mengembangkan keterampilan siswa bagaimana mencari informasi (personal-sosial, karier, pendidikan). Teknologi yang dapat diterakan yaitu self-initiated information searching dengan menggunakan internet.
3) Layanan konseling yang merupakan kegiatan layanan yang bertujuan untuk memfasilitasi self-understanding dan self-development, yang dilakukan dengan cara “dyadic relationship” atau small group relationship. Fokus kegiatan ini adalah personal development dan decision making. Teknologi yang dapat diterapkan adalah cybercounseling.
4) Layanan konsultasi yaitu layanan bantuan yang diberikan kepada guru, administrator sekolah, dan orang tua untuk memahami siswa atau anak. Teknologi yang dapat diterapkan yaitu cyber consultation.
5) Layanan perencanaan, penempatan dan tindak lanjut yaitu layanan BK yan bertujuan untuk membantu siswa memilih dan menggunakan kesempatan pendidikan dan pekerjaan yang ada. Teknologi yang dapat diterapkan yaitu computerized self information dan internet.
6) Layanan evaluasi merupakan kegiatan layanan BK yang bertujuan untuk mengevaluasi keefektifan program. Teknologi yang dapat diterapkan yaitu computerized-data collection, computerized assessment, dan internet.

5. DAFTAR PUSTAKA
Agus Triyanto. IMPLIKASI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMPUTER DAN INTERNET DALAM LAPANGAN KONSELING
Aingindra. 2014. Artikel perkembangan teknologi informasi. Diakses pada tanggal 13 September 2015 melalui www. Aingindra.com
Edris Zamroni. 2015. Pemanfaatan Tekonologi Informasi. Diakses pada tanggal 10 September 2015 melalui https://www.academia.edu/3650762/Pemanfaatan_Tekonologi_Informasi
Frans Richard Kodong. 2011. TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI BIDANG BIMBINGAN KONSELING, dalam Seminar Nasional Informatika 2011 (semnasIF 2011) ISSN: 1979-2328
Mamat Supriatna. 2013. Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi. Jakarta: PT RajaGrafindo Perasada.